Suasana Ramadan 1447 H di Masjid Al-Ittihad Sumberjaya semakin hidup dengan terselenggaranya kegiatan I’tikaf II yang dirangkai dengan berbagai agenda keilmuan dan ibadah. Program ini menghadirkan kajian intensif, qiyamul lail, serta kebersamaan jamaah dalam menghidupkan malam-malam penuh keberkahan.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang 10 hari terkahir Ramadan ini mengusung konsep integrasi antara ibadah dan edukasi. Setiap harinya, jamaah disuguhkan kajian menjelang berbuka pada pukul 16.00–17.00 WIB dengan tema-tema aktual keislaman. Di antaranya pembahasan tentang fiqih i’tikaf, keutamaan Ramadan, tajdid (pemurnian aqidah), hingga refleksi bermedia sosial di era kecerdasan artifisial.
Tidak hanya itu, pada malam hari ganjil, panitia juga menggelar kajian khusus ba’da Isya pukul 20.15–20.45 WIB. Materi yang disampaikan beragam, mulai dari The Power of Niat, Lailatul Qadar, manajemen keuangan keluarga Islami, hingga konsep keluarga sakinah. Kehadiran para pemateri dari berbagai latar belakang menambah kekayaan perspektif keilmuan bagi para jamaah.

Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan ruhiyah masyarakat. “I’tikaf bukan hanya berdiam di masjid, tetapi momentum memperbaiki hati, menata niat, dan memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan Qiyamul Lail bertajuk “One Night One Juz”, yang dilaksanakan pada dini hari, Selasa (17/3/2026) pukul 01.00 WIB. Dalam kegiatan ini, jamaah diajak menghidupkan malam dengan satu juz Al-Qur’an dalam shalat malam secara berjamaah.
Selain aspek spiritual, panitia juga menyediakan konsumsi harian bagi jamaah sebagai bentuk pelayanan dan kebersamaan. Setiap sesi kajian dilengkapi dengan pembagian makanan bagi sekitar 100 peserta, mulai dari baso ikan, soto ayam, hingga hidangan tradisional lainnya.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Jamaah dari berbagai kalangan, baik pemuda, orang tua, hingga pelajar, turut meramaikan kegiatan ini. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat menghidupkan Ramadan melalui i’tikaf masih terjaga dan terus berkembang.
Dengan terselenggaranya I’tikaf II ini, Masjid Al-Ittihad kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat yang menghadirkan keseimbangan antara ilmu, amal, dan kebersamaan.


